Dapatkah Smartphone Akan Terus Diminati Dipasaran?

JAKARTA—Setelah mengalami pertumbuhan yang melaju selama beberapa tahun terakhir, pasar ponsel pintar (smartphone) global tampak mulai melambat. Pasalnya, konsumen kini tak lagi menantikan perubahan inovasi dan beberapa pasar besar smartphone pun telah mencapai titik jenuh.

Hal itu dipastikan menjadi berita buruk bagi raksasa teknologi dunia. Sebut saja, Apple Inc. telah memangkas perkiraan penjualan untuk pertama kalinya dalam dua dekade pada awal tahun ini. Sementara itu, pionir industri smartphone lain, seperti Samsung Electronics Co., kini mulai mencari inovasi seperti layar yang dapat dilipat untuk mengimbangi pelemahan penjualannya.

Di sisi lain, kompetitor asal China seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Huawei juga mulai berekspansi hingga keluar negeri karena berkurangnya permintaan dari dalam China.

Tren penjualan mungkin telah berakhir, tapi smartphone—salah satu produk konsumen yang paling populer yang pernah diperkenalkan—tetap menjadi bagian vital bagi ekonomi global.

Adapun, penjualan ponsel pintar mencapai level US$458 miliar pada 2017 dan sampai sekarang masih ada jutaan orang yang belum memilikinya.

Melihat ke belakang, Apple sebenarnya bukanlah pencipta ponsel pintar. Tapi, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut dipastikan adalah penyebar awal dari perangkat terkoneksi-web (web-connecter device) di era modern dengan meluncurkan produk iPhone pada 2007.

Setahun setelahnya, muncul pula perangkat Android yang penjualannya langsung melejit.

Berdasarkan data IDC,  jumlah pengiriman ponsel pintar pada 2013 pun melonjak 40% dari tahun sebelumnya. Tapi, laju tersebut tumbuh melambat pada 2014 menjadi 28%.

Berikutnya, kontraksi pertama terjadi pada 2017 dengan pasar menyusut hingga 2,5%, sebagian besar terjadi karena berkurangnya pengiriman di China.

“IDC memperkirakan pasar akan terus melemah pada 2018, kendati hanya sebesar 0,2%, yang sekali lagi disebabkan berkurangnya permintaan di China,” tulis Bloomberg seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (22/1/2019).

Lebih lanjut, sebenarnya apa yang menjadi pendorong penjualan ponsel pintar pada tahun-tahun gemilangnya dulu?

Tentu saja faktor yang membuat ponsel pintar menarik adalah teknologi yang dibawanya berhasil menarik minat masyarakat secara global (demografik).

Ketika pertama kali produk iPhone masuk ke pasaran, pesan teks SMS menjadi tergantikan oleh jaringan wireless. Operator pun mengembangkan beberapa inovasi, seperti teknologi generasi ketiga, generai keempat, fitur download untuk website, video, aplikasi, dan konten lainnya, dengan sangat cepat. Sehingga, terjadi kecenderungan yang alamiah bagi konsumen untuk melakukan upgrade teknologi tersebut.

Tidak hanya itu, vendor ponsel pintar juga menginovasikan bebearpa gaya yang lebih dramatis, seperti menanamkan teknologi sidik jari (fingerprint), meningkatkan kualitas kamera, mempercantik tampilan layar, memasangkan asisten digital, dan menyajikan layar yang lebih besar.

Di saat bersamaan, meningkatnya industrialisasi dan bertambahnya pendapatan penduduk di negara-negara seperti China dan India juga berarti akan lebih banyak orang yang menginginkan ponsel pintar untuk terhubung dengan internet.

Tapi, hal penopang tersebut juga menjadi faktor penekan penjualan ponsel pintar sekarang ini. Pasalnya, perangkat ponsel pintar itu kini tidak lagi memiliki inovasi yang dapat mendorong konsumen untuk mau mengganti smartphone-nya dalam jangka waktu 1 tahun.

Selain itu, ponsel kini juga telah menjadi lebih tahan karena vendor menawarkan kapasitas daya dan memori yang lebih berkelanjutan.

Jikalau ada ponsel yang tidak menyediakan beberapa fitur tertentu, pengguna dapat langsung men-download lewat aplikasi untuk mendapatkan filter kamera dan asisten digital.

Yang terpenting, pasar ponsel pintar sendiri kini telah mencapai titik jenuh. Sebagian besar masyarrakat di China telah memiliki ponsel pintar, atau sama dengan masyarakat di negeri Barat.

Kendati masih ada pengguna yang setia menanti setiap tahun untuk membeli produk terbaru iPhone, tapi masih lebih banyak pula yang lebih memilih setia untuk tetap menggunakan perangkat yang sudah dimilikinya sekarang ini. Bagaimana dengan Anda?

bisnis

dinarabdi

Seorang mahasiswa yang ingin mencoba suatu hal baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *